Pengertian Kesalahan Penerjemah
Kesalahan yang sering terjadi dibuat oleh penerjemah adalah kesalahan terjemahan yang mencakup typo, pemahaman, dan kesalahan pemilihan terminologi. Kesalahan seperti ini sering sekali dijumpai pada teks terjemahan. Selebihnya adalah kesalahan dalam pengertian subjektifitas bukan soal benar dan salah akan tetapi soal perbedaan pemahaman oleh penerjemah dengan pengguna jasa.
Topik diskusi para penerjemah dirancang untuk membantu calon penerjemah mengatasi salah-persepsi yang sudah lazim terjadi, yaitu bahwa penerjemah menerjemahkan dengan jangka waktu tertentu. Banyak calon penerjemah penerjemahan secara tak langsung meyakini bahwa ada batasan-batasan yang jelas antara penerjemahan dengan aktivitas berbasis teks lainnya. Mereka yakin tidak akan pernah diminta melintasi batasan-batasan itu atau jika memang demikian, sudah sewajarnya bila mereka menolak.
Fakto-faktor Kesalahan Penerjemah
- Tenggat Waktu
- Kurang Pengetahuan
- Sikap Menyepelekan
- Kondisi Batin
- Harga Jasa Rendah
Dengan beban tersebut diatas diyakini penerjemah tidak dapat bekerja secara maksimal, maka manakala ada pengguna jasa penerjemah atau klien menghendaki terjemahan yang cepat dan tidak masuk akal, sudah bisa dipastikan hasil terjemahan tidak akan akurat. Sebaiknya penerjemah bekerja harus bisa menghindari beban tersebut diatas, seandainya saja ia tidak dapat lepas dari tuntutan tersebut, maka langkah yang paling tepat adalah tinggalkan dan sampaikan “maaf kami tidak dapat memenuhi permintaan Anda”.
Menghindari Kesalah Penerjemah
Inilah kesempatan bagi Anda untuk memperbaiki salah-persepsi tersebut dengan cerita dari pengalaman dan pengetahuan Anda sendiri dalam bidang profesi ini. Namun, cerita Anda itu akan berdampak paling dahsyat bagi mereka apabila disodorkan lebih sebagai penghalang bagi pemikiran mereka yang masih sederhana, sebagai permasalahan yang harus diselami, bukan sebagai kebenaran yang akan menghentikan diskusi. Sikap terbuka penerjemah baik sesama penerjemah atau dengan penggunanya sangat membantu memperbaiki kualitas terjemahan. Di sini, cerita Anda kembali akan bermanfaat, khususnya cerita-cerita yang memperumit asumsi yang sudah terlalu disederhanakan tentang “memperbaiki” teks terjemahan.
Latihan Menerjemah dengan Beban Pikiran
Pilih sebuah teks sumber yang tidak terlalu sulit. Beri tanda pada setiap penambahan kata. Jumlah penambahan kata semakin lama semakin banyak. Setiap kali penambahan berjumlah 10 kata lebih banyak: pada kata 10, kata 30 (ada jarak 20 kata), kata 60 (ada jarak 30 kata), dst. Jarak-jarak ini sangat artifisial, tentu saja. Ada kalanya Anda harus memasukkan satu kata dari sebuah kalimat, atau bagian panjang dari sebuah kalimat.
Kesalahan Penerjemah pada Teks
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita telaah dengan teori khusus. Yaitu teori dan ilmu kaidah bahasa, hanya saja karena masalah kaidah setiap bahasa berbeda-beda, maka harus dijelaskan secara rinci dengan kaidah masing-masing bahasa. Namun (A: 10 kata), singkat nya ya, penerjemah dan (khususnya) juru bahasa memang memiliki sisi aktor, imitator, dan peniru dalam diri mereka. Orang-orang ini (B: 20 kata) mengembangkan kemampuan ingatan luar biasa yang dapat membantu mereka mengingat sebuah kata (seringnya dalam suatu bahasa asing) yang hanya mereka dengar sekali. Penerjemah dan juru bahasa merupakan pembaca yang haus (C: 30 kata) segala macam bacaan, jenis orang yang membaca empat buku sekaligus dalam beberapa bahasa, fiksi dan nonfiksi, materi teknis dan humanis, apa saja, segala macam.





